Seorang perempuan yang berkulit kuning langsat dengan model potongan rambut cepak layaknya penampilan cowok. Iping nama akrab panggilannya, bekerja pada sebuah media informasi yang berkantor pusat di jalan Wonokitri. Disela waktunya kami mengajak ngobrol tentang generasi penerus Stikosa AWS dalam menyongsong masa depan.
Sosok perempuan yang mempunyai 2 anak ini sangat menyukai dunia jurnalistik, awalnya berawal dari alasan yang bermacam macam, mulai dari hal yang sepele seperti suka dunia jurnalistik karena selalu berpakaian bebas. Disamping itu menurut perempuan kelahiran Blitar ini dunia jurnalistik sangat menarik bisa ketemu dengan orang-orang terkenal atau bahkan ketemu orang no satu di indonesia yaitu presiden.
Kecintaannya didunia jurnalistik dimulai masih menginjak dibangku smp, yang awalnya cuman menulis pada buku harian. Menginjak bangku sma sering mengisi mading dengan karya-karyanya serta ikut kegiatan ekstrakulikuler jurnalistik di sekolahnya. Sampai akirnya menjadikan Stikosa AWS menjadi tempat kuliahnya. Menurutnya materi yang didapat hanya sebatas teori tetapi pengalaman yang paling banyak didapatnya dari luar kampus saat reportasi.
Untuk kemampuan dibidang ilmu jurnalistik jangan diragukan lagi, iping pernah mendapat julukan reporter cewek yang pemberani spesialis demo. Pernah pada sebuah demo, saat para demonstran makan, sosok iping juga ikut makan bersama kerumunan demontran tutur cewek yang tidak suka memakai rok ini. Dengan harapan membangun kedekatan dengan nara sumber agar mudah mendapatkan informasi. Menurut beliau banyak cara dalam membangun kedekatan dengan nara sumber, mulai dari mendekati ajudan saat mewawancarai orang yang mepunyai pangkat tinggi. Sampai yang benar-benar tidak mau menerima uang yang diberikan oleh narasumber.
Sosok perempuan alumni Stikosa AWS berharap kepada adik kelasnya agar tidak kalah dalam persaingan di dunia media. Media komunikasi sekarang membutuhkan orang yang tipe pekerja keras dan multi talenta, tidak hanya bisa fotografi, menulis atau multi media. Dunia industri media lebih mempertimbangkan multi talenta dari pada yang hanya bisa fotografi ataupun menulis tutur iping supingah.(Mochamad Johan Febriansyah/10.11.3580)






0 comments:
Post a Comment