Pria yang satu ini tak pernah menyangka bahwa dirinya akan menjadi seorang wartawan. Berawal dari kamera yasicha yang dibelinya seharga 375 ribu, dirinya bisa menjadi seorang fotografer berita yang patut diperhitungkan kiprahnya. Beky subechi(39), fotografer yang berkerja di media ternama di jawa timur, Jawa Pos, adalah alumni Stikosa Aws angkatan 92′. Walaupun bukan mengambil jurusan jurnalistik, melainkan Humas, Beky aktif dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Himarfi (Himpunan Mahasiswa Penggemar Fotografi). Ada keunikan dibalik keikutsertaanya dalam Himarfi, ia mengaku tidak pernah sama sekali menyentuh kamera sebelumnya, di bangku kuliah lah ia pertama kali memegang kamera. Beky yang dulunya tidak mampu untuk membeli kamera, akhirnya meminjam uang kepada Ibunya, untuk membeli kamera SLR Analog Yasicha fx 2000 plus lensa seharga 375.000 rupiah. Kamera itu dibelinya pada tahun 93′.
Pria yang punya cita-cita hunting foto di Tibet ini merupakan sosok yang gemar ikut organisasi, di luar kampus pun ia juga aktif dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Surabaya, dimana organisasi tersebut punya kegiatan seperti; diskusi, demo, sharing, dan baca buku. “kalo saya mengandalkan ilmu kampus aja kayaknya kurang”, tuturnya. Menurutnya, banyak ditempa lingkungan beraktivitas akan membentuk karakter seseorang.
“Pertama kali motret, saya lihat ada beberapa media seperti Surabaya Post, menerima sumber foto dari pembaca. Honor 35 ribu”, ujarnya. Saat itu juga Beky punya keinginan berkembang di harian Surabaya Post. Di tahun 95′, banyak wartawan Surabaya Post pindah ke SCTV, Beky melihat di koran tsb tidak ada foto sama sekali, hanya tulisan saja. Akhirnya Beky punya inisiatif untuk menyetorkan fotonya kepada redaksi Surabaya Post. Disitulah karirnya di dunia media dimulai. Beky adalah mahasiswa angkatan pertama yang bisa menembus ke media massa.
Banyak pengalaman yang dialami Beky selama bertahun-tahun menjadi fotografer berita. Dari pengalaman menyedihkan ketika harus berhadapan dengan rezim otoriter, ancaman fisik, hingga pengalaman menyenangkan yang membawanya jalan-jalan ke luar pulau hingga luar negeri.
Pria yang sudah menikah tapi belum dikaruniai anak ini memandang kampusnya adalah kampus yang seksi, kecil tapi berisi. Saat ditanya apa pesannya pada penerus AWS, Beky berujar, “Jangan buru-buru punya keinginan jadi wartawan, berapa sih media yang mampu memberi penghidupan yang layak? Dunia komunikasi itu luas”. Ia juga berpesan agar mahasiswa saat ini jangan mengandalkan ilmu perkuliahan saja, sebaiknya banyak ikut kegiatan diluar kampus agar dapat membentuk karakter. (N : Ayu K. Sandy)






0 comments:
Post a Comment