Saat saya mendapat tugas wawancara Alumnus STIKOSA-AWS yang telah sukses berkarier di dunia komunikasi dan disodorkan beberapa nama narasumber, akhirnya saya mengambil salah satu nama dari sekian banyak narasumber yang ada. Ya pilihan saya jatuh pada Iping Supingah, reporter Suara Surabaya. net yang telah mengawalii karier jurnalistiknya saat masih belajar di STIKOSA-AWS. Awalnya saya mencarii tahu biodata kak Iping melalui status jejaring social Facebook. Alhamdulilah saya menemukan data diri kak Iping dan langsung saya inbox permintaan wawancara saya kepadanya. Jelang dua hari kemudian, pesan saya baru dibalas dengan jawaban “Ya senang sekali bisa berkenalan dengan Indah, InsyaAllah saya bisa bantu untuk wawancara”, balasnya. Mendengar kesediaan kak Iping saya pun lega dan mencarii data pribadi tentang Iping Supingah melalui Facebook. Selain berkomunikasi melaluii Facebook, kami pun saling bertukar nomer HP untuk lebih memudahkan akses informasi.
Sabtu sore (12/11) saat saya mengirimkan SMS kepadanya, kak Iping sedang berada di Malaysia untuk tugas kantornya, Senin-Rabu juga masih ada RAKER (Rapat Kerja), untungnya Kamis siang (17/11) beliau bisa meluangkan waktunya untuk kamii wawancarai. Jam 14.00 kami bertemu di kantor Suara Surabaya, beliau menyambut dengan hangat sambil menyapa “ Sudah lama menunggu?, maaf baru selesai rapat” tegasnya. Kami pun diboyong ke taman untuk ngobrol dan saling berkenalan. Enjoy sekali kami ngobrol dengan beliau, semua pertanyaan dijawab dengan lengkap dan sesekali dengan tawa. Alumnus tahun 1991 ini mencintai dunia jurnalistik sejak masih duduk di bangku SMA, sejak itu beliau aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler Jurnalistik di sekolahnya. Setelah lulus, niatnya semakin kuat untuk melanjutkan studi di Komunikasi, akhirnya jatuhlah pilihannya di STIKOSA-AWS.
Perempuan asal Blitar ini menuturkan "Saya ini orang yang paling gak bisa diem, saya suka bertemu banyak orang baru setiap hari, dan gag suka pakai rok, jadii menurut saya pekerjaan yang sesuai dengan panggilan jiwa saya yakni menjadii seorang jurnalis", ucapnya. Alasan menarik lainnya yaitu, dengan menjadi jurnalis kita bisa memberikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat, mendapatkan pengalaman yang baru, dan bertemu dengan orang-orang penting yang bisa kita ajak untuk wawancara tentang hal-hal yang terjadi di masyarakat. Besar sekali peluang yang beliau dapat seusai merampungkan studinya di STIKOSA-AWS. “Jika ingin berhasil dan berpeluang berkarier di dunia komunikasi, jangan hanya mengharapkan ilmu yang didapat dari kampus, perbanyaklah belajar dan mengasah diri dengan mengikutii berbagai kegiatan di dunia Jurnalistik, InsyaAllah akan memberikan kesan yang lebih dibandingkan dengan mahasiswa yang hanya aktif kuliah tanpa mengembangkan dirinya, dengan yang aktif kuliah dan mengembangkan diri”, kilahnya.
Banyak sekali manfaat yang kita dapatkan dari ilmu Komunikasi yang telah kita pelajari, kita dapat mengaplikasikannya ke semua aspek kehidupan, contohnya saja komunikasi digunakan untuk kegiatan melobi seseorang, guru memberikan informasii kepada murid, hingga mewawancarai narasumber. Bicara soal skill, Jurnalis dituntut menjadi Multitalented artinya, seorang Jurnalis tidak hanya bisa menulis berita namun juga harus menguasai editing berita, fotografi, melaporkan live report dengan baik, hingga melobi narasumber yang penting dan bisa memberikan keterangan yang penting bagi informasi public. Peluang berkarier di dunia Komunikasi masih sangat menjajikan, saat ini kebutuhan public akan informasi masih sangat tinggi tinggal pandai-pandai kita mengembangkan diri dan tidak melewatkan kesempatan yang ada. Kak Iping menceritakan kesan-kesan selama kuliah di STIKOSA-AWS, “Hal yang paling berkesan adalah ketika saya iseng berdagang jaket kulit dan ternyata banyak peminatnya”, “Bukan saja dari kalangan mahasiswa, bahkan dosen pun ada yang membeli”, tuturnya sambil tertawa.
Berbincang dengan ibu dua anak ini mengasyikkan, beliau begitu hangat dan terbuka pada siapa saja. Kak Iping juga tak segan menunjukkan salah satu artikel yang ia tulis di buku ‘SS Bukan Sekedar Radio’ yang berjudul ‘Reporter Tomboy Specialis Demo’ yang menceritakan pengalaman Jurnalistiknya selama berkecimpung di dunia Jurnalistik.
Saat ditanya, apa prospek kak Iping kedepan selain bekerja di dunia Komunikasi? Beliau menjawab, “Panggilan hati saya, mungkin jika prospek kedepan saya juga ingin berdagang seperti keluarga besar saya”, tegasnya.(Indah Surya Putri/08.11.3339/foto:dok)






0 comments:
Post a Comment