Komunikasi merupakan sarana bagi masyarakat yang ingin melakukan percakapan. Tidak hanya masyarakat yang juga menggunakan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari, tetapi wartawan jurnalis pun juga menggunakan komunikasi untuk mencari berita dan menyampaikan kepada masyarakat luas dengan menggunakan media yang dinaunginya. Untuk belajar komunikasi yang seperti dilakukan wartawan saat ini, bisa dilakukan di kampus Stikosa – AWS. Contohnya saja alumnus yang sekarang bekerja di Jawa Pos yakni Beky subechi, ( 07/11) saat mengisi seminar di kampus Stikosa AWS, di tanya tentang peluang alumni Stikosa dimasa depan bagaimana, dia mengatakan bahwa sebenarnya cukup berpeluang, tapi dari pihak kampus harus meningkatkan materi perkuliahan sesuai perkembangan teknologi, karena saat ini dunia media banyak dipenuhi oleh mahasiswa dari UNS ( Universitas Negeri Solo ). Sedangkan yang dari alumnus Stikosa sendiri berpeluang karena memiliki semangat yang tinggi dan pantang menyerah atau istilahnya “tidak manja” oleh karena itu alumni diperhitungkan dan mendapat peluang yang besar dalam media komunikasi baik saat ini atau dimasa akan datang, Ujarnya.
Banyak sekali program belajar yang juga memberikan pembelajaran komunikasi terhadap mahasiswanya, tetapi apakah mahasiswa tersebut dapat melakukannya dengan baik maka, apa yang akan dicapai bisa didapat. Disurabaya sendiri kampus Stikosa saat ini paling tertua di jawa timur. Maka karena itu Stikosa sangat diperhitungkan oleh media lain. Hampir semua media dipenuhi oleh alumni dari Stikosa dengan memiliki kemampuan yang sangat baik di bidang komunikasi. Hal ini menjadi contoh bagi kita sebagai mahasiswa untuk bisa menjadi lebih baik dari mereka yang sudah bekerja di media.
Lanjutnya, Beky juga mengatakan, untuk menjadi wartawan yang terutama lulusan dari Stikosa AWS maka harus memiliki semangat yang tinggi dapat bersaing dengan orang lain. Tidak mudah puas apa yang telah didapat selama ini. Dan jangan lupa terus mendalami ilmu yang ada di perkuliahan sebab dengan memahami apa yang telah dipelajari di perkuliahan maka dapat menaklukan dunia komunikasi di masa depan, Ungkapnya sambil tersenyum.
Pengalaman Kerja Saat Ini di Jawa Pos
Pengalaman merupakan hal terpenting dalam melakukan pekerjaan yang saat ini di dalami. Dengan pengalaman yang baik dan mahir dalam bidangnya sangat dibutuhkan di dunia pekerjaan terutama dalam bidang komunikasi. Itu sudah sering dan banyak yang membuktikannya seperti halnya dengan alumni angkatan ’92 Beky Subechi. Dari pengalaman yang dimiliki oleh Beky tersebut sangat banyak dan jam terbang dalam sebuah pekerjaan sangat tidak diragukan lagi. Mengapa demikian, karena disaat menempuh bangku kuliah Beky sudah mahir di bidang fotografi, saat di konfirmasi di kampus Stikosa AWS (07/11) tentang bagaimana proses anda ketika memilih kuliah di Stikosa AWS, hingga menjadi fotografi di Jawa Pos, hanya senyuman yang dilontarkan kepada kami. “ sebenarnya awal minat saya masuk AWS karena salah satu perguruan tinggi yang cukup murah dan memiliki jurusan jurnalistik.
Lanjutnya, tetapi lucunya “saya ambil Public reletion” saya adalah salah satu mahasiswa yang cukup aktif dalam kegiatan kampus sperti UKM ( Unit Kegiatan Mahasiswa ) dan demo-demo. Disamping itu keaktifas saya didalam kampus saya juga menjadi seorang wartawan karena banyak alumni-alumni yang sudah sukses menjadi wartawan. Itu sebabnya yang membuat saya tertarik dan mendorong saya untuk menjadi sukses seperti alumni yang saat itu mendahulu saya di media.
Dari berbagai pengalaman yang dimiliki lelaki berbadan gemuk, berkaca mata ini, saat di tanya tentang bagaimana bisa menjadi wartawan fotografer dia mengatakan, pada tahun ’95 saya menjadi fotografer di media Surabaya Pos karena di media tersebut hanya memiliki berita tetapi tidak memiliki foto pendukung berita tersebut. Dengan begitu saya bekerja di Surabaya pos untuk mencari pengalaman yang lebih banyak. Lama bekerja di Media Surabaya Pos maka saat pada tahun ’97 saya pindah ke media cetak di Jawa Pos sampai saat ini saya masih tetap di jawa Pos. itu pengalaman saya dalam mendalami fotografer di media. Lanjutnya, menurut saya untuk menjadi fotografer tidak hanya memiliki kamera yang bagus tetapi mahir dalam menentukan obyek yang akan kita foto, sebab dengan begitu lebih menarik untuk di lihat apalagi di tampilkan di media yangkita bekerja disitu. Ujarnya sambil duduk santai. (BURHANDOKO/08.11.3349/JURNALISTIK/FOTO : DOK)






0 comments:
Post a Comment