December 12, 2011

Modal Awal, jual Rumah

Sepasang frame warna hitam yang menumpang di hidungnya seakan mengindikasikan bahwa ia seorang yang pintar, namun entahlah, mungkin anda bisa membuktikanya sendiri nanti. Afirmasi, begitu ucapnya bersemangat, bisa jadi ini merupakan salah satu magic wordbagi pria berkacamata ini. Ia menjelaskan bahwa di balik semua hal yang dicapainya di peroleh dengan cara berafirmasi, yakni menegaskan visi-visinya agar menjadi sebuah acuan untuk di wujudkan, dan terbukti manjur.

Berkecimpung di dunia produksi audio visual bukanlah hal yang mudah untuk dilalui bagi seorang Don aryadien. Alumnus Stikosa-AWS angkatan 1991 ini, sempat lalu lalang di dunia penyiaran radio, mulai dari radio negeri hingga radio swasta, baik sebagai seorang Penyiar hingga Program Director membuat Don akhirnya jatuh hati dengan dunia perfilman, lalu Berkarya di jalur indie-lah pilihannya. Banyaknya support dari berbagai pihak bahkan dari radio tempat ia bekerja saat itu, Don mulai menunjukan kapabilitasnya sebagai seorang video maker, dengan menggarap video clip pertama sebuah band asal surabaya yang di gawangi oleh Astrid “Ratu Cahaya” sebagai vokalisnya. “ya, itu video clip pertamanya astrid, di garap Cuma sama tiga orang, aku ya jadi sutradara, ya kameramen, ya banyak lah.”Ujar Don lantas tersenyum.

Walaupun hanya bergerak di jalur indie, namun Don tak pernah setengah-setengah dalam menggarap semua karya-karyanya. Bermodalkan sebuah komitmen dan semangat untuk memotori kawan-kawanya, ia berhasil meyakinkan banyak orang untuk turut berpartisipasi dalam karya-karyanya, bukan hanya dari kalangan mahasiswa, bahkan dokter dan seorang pemilik cafe pun pernah terlibat dalam produksi filmnya. ”Walaupun cuma bikin film indie, tapi treatmentnya udah kayak film gede , sampe-sampe aku sedia sopir buat bolak-balik ngangkutin alat sama kru.” Tegasnya.

Sebuah langkah besar diambil olehnya dengan menjual sebuah rumah yang dibelinya dari hasil tabungannya selama bekerja di radio untuk ditukardengan beberapa instrument audio visual antara lain : komputer editing, kamera, dan peralatan lightning yang hanya 1000 watt.Namun dengan segala keterbatasan dan semangat yang dimilikinya akhirnya Don mengukuhkan diri sebagai seorang video maker dengan mendirikan sebuah rumah produksi yang dinamai Bunga Langit Productionpada tahun 2001. Dan ia pun berhasil membuat sebuah mahakarya film yang berjudul “kita”.

Kita merupakan sebuah film garapan Don aryadien dengan durasi satu jam, cukup panjang untuk sebuah film indie yang biasanya berdurasi 15 – 30 menit. Film yang bercerita tentang kehidupan sehari-hari dari para remaja metropolis di Surabaya ini cukup sukses dengan diputarnya film ini Pada 2007 di bioskop mitra dengan penjualan tiket sold out. Hingga mengangkat nama seorang Don Aryadien menjadi seorang film maker yang sukses, walaupun tetap pada jalur indie.

Karirnya sebagai pelaku industri kreatif khususnya dalam bidang audio visual semakin menanjak, dengan di percayanya ia untuk menggarap sebuah iklan yang di tayangkan secara nasional dari sebuah perusahaan cat ternama di Indonesia, serta banyak lagi iklan-iklan untuk TV local di Surabaya lainya. Dari yang awalnya indie, kini bunga langit production bisa beromzet hingga 100 juta per bulan. “Dulu yang awalnya jual rumah, sekarang udah bisa buat beli rumah lagi.” Jelas sutradara dari bunga langit production ini.(Isa Anshori/10.11.3573/foto : dok)

0 comments:

Post a Comment