Dulu sosoknya mudah dijumpai dalam pementasan teater kampus. Namun, semenjak dia lulus dari Stikosa AWS, pria yang dikenal mempunyai ekpresi datar ini sudah jarang muncul di panggung teater, melainkan malah nampang di media televisi. Bukan menjadi seorang aktor, melainkan sebagai reporter.
Mungkin sudah tak asing lagi jika melihat pria berperawakan kurus ini. Lantaran dia kerap muncul disebuah televisi lokal dalam sebuah program berita pagi, yakni Speak Up SBO TV. Saat ditemui di tempat kerjanya di Jalan Achmad Yani Rabu (16/11), Yasin Al Raviri baru saja pulang liputan dan saat itu dia sedang merapikan peralatan shooting, seperti kabel kamera dan mic.
Pria yang biasa disapa Ravi ini adalah dulunya ketua Teater Lingkar tahun 2005. Sejatinya dia adalah pecinta seni, mulai dari musik, seni peran, puisi dia tekuni. Sayangnya kecintaanya dibidang tersebut tak dapat tersalurkan, karena saat mengenyam bangku SMA tidak ada ektrakulikuler yang bisa menampung bakatnya. Akhirnya pada tahun 2003, dia tercatat sebagai mahasiswa baru Stikosa AWS, dan tertarik untuk bergabung di Teater Lingkar.
“ Saat masuk di AWS saya langsung gabung dalam Teater Lingkar. Karena disana saya bisa mendapatkan semua. Seni teater itu kan mencakup semua seni di dalamnya, selain peran ada juga musik, puisi,” jelasnya.
Saking getolnya dalam teater, pria berzodiak aries ini pun terpilih menjadi ketua Lingkar. Saat itu Lingkar masih berstatus unitas, bukan sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Menjabat sebagai ketua, Ravi ingin sekali membawa Lingkar untuk menjadi salah satu UKM di kampus komunikasi ini. Banyak sekali kendala-kendala yang dia hadapi, mulai dari luar organisasi itu sendiri maupun masalah internal. “Kendala yang paling ribet ya menurutku merancang ADRT apalagi anggota Lingkar waktu itu jumlahnya minim sekali,” ujar Ravi sembari mengingat-ingat memorinya.
Usaha keras pria yang mengidolakan WS. Rendra ini pun membuahkan hasil, hingga kini Lingkar telah menjadi salah satu UKM kampus. “ Alhamdulillah sudah jadi UKM,” ucapnya. Ravi juga menambahkan dia senang melihat generasi penerus Lingkar yang semakin berpotensi. Meskipun satu tahun lalu Ravi telah lulus dari bangku kuliah, namun tak membawanya lupa akan Lingkar. Terbukti beberapa pementasan yang digalakan UKM ini, sosok Ravi selalu hadir dalam acara, entah itu sebagai pemain atau hanya membantu dibalik layar.
“Walaupun alumni , kita harus punya kepedulian dimanapun itu. Ya.. tapi sekarang eksistensinya porsinya lebih sedikit, karena sudah ada genarasi Lingkar yang lain, mungkin setidaknya saya cuma ikut dibalik layar saja,”terangnya.
Kini wajah Ravi memang jarang muncul di panggung teater, namun sekarang sosoknya mudah dijumpai disebuah televisi lokal, lantaran dia menjadi reporter dalam jurnal berita. Ravi sebelum lulus, memang telah bekerja. Karirnya dimulai dari seorang reporter program News Blog, kemudian dia dipercaya membawakan acara Speak Up selama 30menit. Sama halnya seperti membangun Lingkar, saat menjadi reporter dia harus berusaha keras untuk beradaptasi di lapangan, mulai dari teman-teman jurnalis, narasumber. “Proses adaptasi ini yang memakan waktu cukup banyak,”ujarnya pria penyuka sate padang ini.
Namun kendala tersebut tak membuatnya patah arang, karena menurutnya proses adaptasi itu wajar. Ravi juga menambahkan bekal yang selama ini dia dikantongi pada dunia teater bisa diaplikasikan pada pekerjaannya. “ Kalau dulu saya membaca skrip dan harus bisa memerankan watak tokoh dalam naskah, maka bekal membaca watak itulah yang menjadi modal saya menjadi reporter, karena reporter memang jelas harus bisa membaca tiap watak narasumber,”jelasnya. “Dunia teater dan dunia jurnalistik itu pun memang punya kesamaan, sama-sama belajar tentang kehidupan” tambah pria kelahiran tahun 1985 ini.
Tak hanya modal tersebut, Ravi juga mempunyai bakat menulis. Ternyata dulu selain aktif dalam kegiatan teater, dia juga aktif dalam kegiatan jurnalistik kampus, seperti fotografi di UKM Himmarfi dan Suhud atau yang sekarang berubah nama menjadi Surabaya Muda. (Dwita Ebo/10.11.3565)






0 comments:
Post a Comment