Banyak orang berkata “hidup adalah perjuangan”. Salah satunya seperti yang dialami oleh pria bernama Deny Junaidi. Remaja yang seharusnya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, yang menghabiskan waktu untuk berjualan kerak telor di taman kota, taman bungkul Surabaya. Setiap malam, melihat orang berlalu lalang di depannya saat berjualan dengan tempat berjualan seadanya.
Duduk didepan parkiran sepeda motor bagian belakang depan rumah sakit angkatan udara. Serbuan demi serbuan menujutempat jualannya. Karena semakin larut malam maka pengunjung makin banyak. Terutama pada malam minggu. Malam anak muda berkumpul.
Usia yang masih muda, tak menyurutkan semanagat perjuangan hidupnya di kota besar demi sesuap nasi. Remaja kelahiran Garut 15 Mei 1995. Baru bekerja selama 2 minggu disini. Masih terbilang hangat, sehangat kerak telor buatannya. Sejak usia 15 tahun ia mendalami pekerjaan pembuatan makanan ini. Di kota besar ini ia tak hanya sebatang kara saja rasa, bersama sang kakak yang bernama Mayong (20) ia berjualan. Namun berbeda tempat, masih disekitaran taman.
Masih kental dengan logat Sunda saat berbicaranya. Ia berkomunikasi dengan pengunjung. Ia berasal dari Garut desa Wuas, Padalek – jawa barat. Sempat berkesempatan mendapat pendidikan hingga Sekolah Menengah Pertama. Di SMP Munjal di desanya.
Rasa rindu kerap datang melandanya, terutama jika teringat kepada orang tua yang tidak ada di kota yang sama. Anak dari Almarhum Mang Jaja dan Bi Ilah, berpendapatan bersih sekitar 150 ribu rupiah per hari jika sedang ramai pengunjung. Namun, jika sepi pengunjung pendapatan bersihnya hanya kisaran 85 ribu rupiah. Karena penjualan bisa mencapai 35 porsi perharinya.Berbeda dengan sebelumnya, ia mencoba berjualan makanan cuanki (mirip batagor) di desanya. Sebelum orang betawi mengajaknya, yang kini menjadi bosnya.
Seperti kebanyakan remaja seumuran lainnya, ia hobby balap sepeda dan bermain sepak bola. Kini ia bertempat tinggal di sebuah rumah dibelakang rumah sakit SMS. Bersama bos yang mempelopori jalan makanan khas Jakarta ini.
Kerak telor adalah makanan khas Betawi.Yang menjadikan makanan ini enak karena pengaruh dari telor bebek. Rahasia mengapa makanan ini saat proses pembuatannya tidak tumpah saat pengorengan dibalik karena menggunakan beras ketan. Dalam proses memasak tidak menggunakan kompor biasa tapi menggunakan anglo yang diisi dengan arang. Karena lebih merata api yang dihasilkan. Selain itu ada Pedas, serbuk udang, abon ayam, garam, kelapa basah ama kering, bawang goreng, yang mempengauhi rasa enak.
Ajeng Purihandayani/10.31.3614/Broadcast






0 comments:
Post a Comment