October 21, 2011

Taman Bungkul, Tempat Inspirasi Menulis Lagu

Kota besar seakan banyak memberikan hiburan diberbagai tempat. Seperti di pusat perbelanjaan (mall). Sedikit masyarakat yang dapat merasakan tempat hiburan yang lebih melihat orang – orang yang berjuang dalam hidupnya. Salah satu pengunjung yang bosan dengan suasana didalam gedung bertingkat ialah Rachmad Alamin. Cowok kelahiran Surabaya 12 Feebruari 1990. Cowok yang berusia 20 tahun ini gemar ke taman bungkul bersama teman – temannya untuk nongkrong, sejak ia masih duduk di bangku SMK. Perjalanan dari rumahnya yang ada di jln asemrowo 6 ini tak membuatnya jauh.

Saat ini kesibukannya ialah bekerja dan kuliah sesuai dengan bidang yang di gemarinya. Memang dengan kesibukan yang seperti itu sedikit mengurangi frekwensi untuk berkumpul bersama teman – teman yang sekarang memiliki kesibukan masing - masing. Jika flashback dari tahun – tahun sebelumnya, ia memaparkan kenangan bersama teman – teman Sekolah Menengah Kejuruan negeri 5 Surabaya. Saat itu kebetulan masih menggeluti dunia band sejak masuk SMK dengan aliran rock yang terkenal keras. Bandnya bernama moodsare.

Saat itu judul lagu yang pertama diaransemen adalah pesawat tempur. Lagu ini milik salah satu band indie. Karena lagunya lucu dan unik maka ia dan teman bandnya mengaransemen ulang. Waktu yang digunakan dalam memproses lagu ini saat sepulang sekolah. Siang hari, cuaca panas tak menyurutkan kegiatannya ini karena sesuai hoby mereka.

Mahasiswa jurusan teknik sipil semester 5, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya ini , bila datang ke taman kota tak akan melewatkan Jus buah kesukaannya. Selain tak merogoh kocek yang banyak jus buah bermanfaat bagi kesehatan.

Bagaimana taman Bungkul yang sekarang, Menurut pandangan cowok yang amat menyukai masakan sambel teri ini ? “Taman bungkul adalah taman salah satu kota yang terawat dan juga tempat inspirasi anak muda, musik, olah raga. Dapat menghidupi komunitas orang – orang , contoh tukang parkir. Tapi bagusan sekarang dari pada dulu bungkul tidak terawat,karena taman kota juga bagus bisa jadi tempat hiburan dan inspirasi ”.

Cowok yang Hobbi Haikking dan touring sudah mendarah daging dari orang tuanya Agus Ariyanto, dan Mursini. Anak pertama dari tiga bersaudara ini sejak duduk di bangku SMP mempunyai teman yang berjualan di taman bungkul. Ia adalah Takur, salah satu penjual aksesoris seperti kacamata, jam tangan dan parfum. Yang sudah tiga bulan berjualan disana.

Kakak dari Bimti Ida Umaya dan Fitri nur Amaliya berharap kedepannya semoga taman bungkul bisa menjadi icon yang lebih bermanfaat bagi masyarakat khususnya Surabaya.

Ajeng Purihandayani/10.31.3614/broadcast

0 comments:

Post a Comment