Dalam mengemban tugasnya sebagai pamong praja ia dituntut melawan rekan senasibnya. Bendera apa yang akan selalu ia kibarkan? Bendera penguasa atau wong cilik?
Satuan Kepolisian Pamong Praja atau yang biasa disingkat Satpol PP. Jika kita mendengar satu nama ini pastilah terbayang didalam benak kita tentang segerombolan orang yang sangat gemar dan menikmati penderitaan para pedagang kecil lewat aksi penggusurannya. Memang demikanlah tugas utama mereka, yakni mengamankan serta menertibkan para pedagang kaki lima demi terwujudnya tatanan kota yang indah. Terlepas dari cara mereka memberikan perlakuan terhadap para pedagang kaki lima. Namun, sosok yang satu ini memang terlihat berbeda dan jelaslah tidak boleh disamakan.
Soemadji, anggota Satpol PP asli arek Suroboyo tepatnya daerah Gubeng Wetan.. Ia duduk didekat mobil patrolinya, pandangannya sempat terlihat seperti menaruh kecurigaan terhadap kami berdua yang memang dari awal sudah menaruh harap akan kisah hidupnya demi mendapatkan profilnya. Jadi sangatlah wajar kecurigaannya mengingat kami pada awalnya memang masih agak ragu melangkah untuk menghampirinya. Kemudian kecurigaan itu akhirnya sirna setelah kami akhirnya memutuskan untuk menyapanya. Dan saat itu pulalah semua kesendiriannya terobati melamun sesaat sebelum kami mendatanginya. Kerut pipinya berubah menjadi senyuman.
Badan tegap dengan kulit agak sedikit gelap, pandangan tajam seakan memiliki keyakinan yang tak mudah dipatahkan, serta tutur katanya lugas dan jauh dari pelafatan yang terbata-bata, mencerminkan pribadi yang tidak asal dalam mengambil keputusan dan tidak suka menyembunyikan kebenaran yang ia yakini. Sikap inilah yang memang sangat dibutuhkan dikesatuan ini. Tak kenal kompromi namun tetap manusiawi.
Memang sebagaimana kita ketahui bersama bahwa dalam mengemban tugas sebagai anggota Satpol PP ia masih terlihat masih baru, tepatnya 3 bulan. Namun dalam mengambil langkah penertiban para PKL, khususnya didaerah taman Rekreasi Bungkul ia sangat mengagungkan nilai kemanusiaan dan kehidupan. Disatu sisi ia berharap jika dalam mengemban tugasnya ia harus berperan sebagai orang yang harus siap menjadi musuh para PKL yang mayoritas wong cilik dan dilain sisi ia juga harus menjaga nyala api dapurnya agar tetap menyala dengan pekerjaan ini, mengingat ia juga wong cilik layaknya para PKL yang ia tangani. Dengan kata lain, wong cilik melawan wong cilik karena kepentingan penguasa. \
Sehingga Soemadji memiliki trik khusus dalam menangani PKL ini. Ia memberikan sedikit kelonggaran kepada mereka dalam menjajakan dagangannya, dengan catatan saling mengerti dan memahami posisi mereka masing-masing. Aplikasinya, ia dan tim menyarankan kepada para pedagang untuk tidak membuat lapak terlalu banyak untuk menghindari pantauan patroli walikota Surabaya. Jadi bisa kita katakan, para pedagang bebas berdagang tanpa mengganggu tugas atau teguran terhadap para Satpol PP. Disinilah kearifan mulai tercipta. Loe enak, gue enak. Fajrul Hanif/Jurnalistik/NIM : 10.11.3566






0 comments:
Post a Comment