October 22, 2011

Jadi TNI dan SATPOL PP Sama-sama Menyenangkan

Sikap tegas dan berwibawa, tercermin dalam dirinya saat ditemui malam itu. Keduanya ada pada diri Sukirno, seorang komandan regu SATPOL PP(Satuan Polisi Pamong Praja) yang menjadi petugas kemanan di Taman Bungkul Surabaya. Maklum saja sebelum menjadi anggota SATPOL PP seperti sekarang, dia pernah berprofesi sebagai TNI.

Setiap hari Sukirno bekerja di SATPOL PP selama 8 jam. Dibagi dalam shift-shift kerja dan sesuai dengan job description nya masing-masing. Shift 1 dimulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 14.00 wib, dilanjutkan dengan shift 2 dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Dan shift 3 dari jam 22.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Anggotanya pun disebar di beberapa titik pintu masuk Taman.

“Selain bertugas menjaga kemanan, juga untuk mensterilkan keadaan dari pengaruh ganguan-ganguan yang tidak diinginkan,” katanya dengan lugas. Maklum ,setiap akhir pekan Taman Bungkul selalu ramai dikunjungi orang, sehingga butuh pengawasan dan keamanan yang memadai. Tak berhenti sampai disitu, Sukirno dan rekan-rekannya juga bertugas menghalau dan melarang para PKL(Pedagang Kaki Lima) dan pedagang asongan yang berjualan di sembarang tempat. “PKL dan Pedagang asongan yang mokong diperingatkan agar tidak menggelar dagangannya di dalam area taman. Tentunya dalam menegur pedagang tidak menggunakan kekerasan. Harus menggunakan cara yang elegan dan humanis,” papar pria berusia 53 tahun ini.

Sebelumnnya, Sukirno merupakan anggota TNI. Berawal dari TAMTAMA kemudian menjadi anggota provost TNI. Pria yang memiliki 3 anak ini berdinas di TNI AD dari tahun 1977 hingga 2006. Baru setelah masa baktinya habis, Sukirno bergabung dengan aparat penegak ketertiban ini. Menurutnya menjadi anggota TNI dan SATPOL PP adalah hal yang menyenangkan “Jadi TNI dan SATPOL PP sama-sama menyenangkan , asalkan dalam bertugas kita harus bersemangat,” urai Pria yang memiliki hobi main catur ini.

Lain halnya dengan kehidupan keluarga Sukirno. Meski memiliki kegiatan yang padat, keluarganya cenderung tentram dan harmonis. Hal ini terbuki saat Sukirno sedang bertugas, sang istri sangat mendukungnya. “Istri tidak pernah marah ketika saya pulang pagi. Dia memang sudah tahu tugas saya sebagai SATPOL PP,” tambahnya. Begitu pula dengan anak-anaknya, bahkan dua dari ketiga anaknya mengikuti jejak Sukirno sebagai perwira TNI.

Kendala saat menjalankan tugas pun tak menemui kesulitan yang berarti. “ Suka dukanya menjadi SATPOL PP, saya kira banyak sukanya . Keadaan disini aman-aman saja. Jika ada kerusuhan dan keonaran segera kami tindak,” kata Pria yang tinggal di kawasan Mayjen Sungkono ini. Meskipun terpasang kamera CCTV di Taman Bungkul, Sukirno dan anak buahnya tetap berjaga-jaga dan melakukan mobilisisasi. Jika menemukan pasangan muda-mudi yang berbuat mesum, tidak segan-segan dia menegurnya.
Menurut Sukirno, aparat penegak ketertiban di Taman Bungkul tidak hanya SATPOL PP saja, melainkan ada POLANTAS yang bertugas mengatur keadaan lalu lintas, kemudian DISHUB(Dinas Perhubungan) yang menangani masalah parkir kendaraan, dan LINMAS seperti satpam. Semuanya memiliki tugas dan fungsinya masing-masing.(WILLIARTO/10.11.3595/JURNALISTIK)

0 comments:

Post a Comment