Fajar Arifianto Isnugroho, S.Sos alumni STIKOSA-AWS angkatan 1993 dan lulus di tahun 1998. Pria akrab di sapa Mas Fajar ini senang sekali berorganisasi. Sejarahnya, karena senangnya di organisasi itu beliau memutuskan jurusan komunikasilah yang tepat dan cocok untuk di ambil karena dengan mempelajari komunikasi kita dapat belajar banyak mengenai kepemimpinan, public speaking, maupun kemampuan berkomunikasi.
Ketika ada SNMPTN di Universitas Airlangga Mas Fajar mengikuti test, namun akhirnya tidak diterima padahal perguruan tinggi negri merupakan dambaan orang tuanya. Karena semangatnya untuk terjun di komunikasi tidak pantang menyerah, beliau pun mencari perguruan tinggi lain.
Namun pada masa itu belum terlalu banyak informasi perguruan tinggi yang dapat kita lihat sehingga ketika itu Mas Fajar menemukan STIKOSA-AWS dalam kolom iklan yang selanjutnya ditindak lanjuti dan terdaftar sebagai mahasiswa STIKOSA-AWS. Dulunya sewaktu masih kuliah di STIKOSA-AWS beliau sering aktif dalam keanggotaan ormawa Himmarfi(Himpunan mahasiswa penggemar fotografi) dan pernah juga menjabat sebagai ketua umum himmarfi tahun 1994 sampai dengan 1995.
Dimasa kuliah Mas Fajar merangkap dengan bekerja. Pagi untuk kerja dan malam untuk kuliah. Awalnya aktif di organisasi siaran dunia mahasiswa RRI setiap seminggu sekali rekaman dan hunting seminggu dua kali. Tahun 1995 di terima di Radio Kartika Bahari dan bahkan skripsinya mengambil radio ini.
Di tahun 1998 Mas Fajar kerja di Pro FM, tahun 1999 sampai dengan tahun 2001 menjadi reporter radio di Suara Surabaya. Di bidang radio ia tertarik karena dapat memahami, mengenal traffic dan misik. Dalam bidang reporter ia juga tertarik karena dapat memahami tentang sript writer dan selalu hunting. Kemudian di tahun 2001 sampai dengan 2007 menjadi reporter di Indosiar. Sengaja mengambil di TV karena masa itu belum terlalu banyak orang-orang yang terjun di media terutama televisi.
Setelah itu akhirnya Mas Fajar kembali ke STIKOSA-AWS lagi untuk bekerja di akademisi. Ketika terdapat lowongan yang berminat menjadi ketua KPID Jatim, Mas Fajar mewakili STIKOSA-AWS untuk ikut mencalonkan. Dengan berbagai seleksi akhirnya diterima manjadi Ketua KPID Jatim hingga sekarang.
Di usianya yang masih 34 tahun beliau sudah mempunyai banyak pengalaman kerja di media baik radio maupun televisi. Mas Fajar menganggap bahwa peluang akan selalu ada dan datang asal adanya kemauan yang kuat dari diri masing-masing dan selalu berusaha.
“Zaman dahulu saya kuliah masih belum lengkap fasilitasnya namun sekarang sudah lebih dari dahulu”, ujar Ketua PK III STIKOSA-AWS. Sehingga Mas Fajar benar-benar mengharap lulusan STIKOSA-AWS sekarang ini harus benar-benar dimanfaatkan mengingat ilmu tentang komunikasi sekarang ini sangat penting dan dibutuhkan media, perusahaan, maupun instansi dan semua itu kembali kepada individu masing-masing mengenai kemauan dan usahanya. Kesempatan dan Ketrampilan akan menjadikan seseorang sukses.
Mas Fajar yakin bahwa media masa tidak ada matinya dan komunikasilah yang akan digunakan sebagai alat dalam mengembangkan media. “Peluang Alumni STIKOSA besar asalkan adanya kemauan”, terang Mas Fajar.(oleh: Anna Kurniawati 10.31.3619/Broadcasting)






0 comments:
Post a Comment