October 26, 2011

Taman Bungkul Sebagai Ajang Ketemuan

Adakah tempat di Surabaya yang masih bisa merasakan angin bertiup semilir di antara pepohonan rindang, dengan arena bermain yang aman, plus suara gemericik air? Jawabnya: Banyak! Berbagai taman kota di Surabaya menawarkan semuanya.

Tawa seperti tak pernah beranjak dari wajah bocah-bocah yang sore itu sedang bermain di tengah permainan Taman Bungku tersebut. Senang sekali saya melihatnya bermain-main jungkat jungkit itu. Ingat-ingat waktu saya kecil dulu. Nah, di bagian lain taman itu, kumpulan anak-anak berlarian mengitari bundaran tengah taman. Tak jauh dari tempat bermain ada seorang ibu duduk sendirian yang sekiranya memegangi handphone nya terus. Terdesak saya ingin mengetahui sedang apakah ibu tersebut. Seperti gundah.

Saya mendekati dan pelan-pelan bertanya, “Sedang apa bu? . Lagi menunggu mbak, “jawab ibu”. Dan ternyata ibunya sedang menungu suaminya pulang kerja di samping kanan Taman Bungkul, yang suaminya bekerja di Sucovindo. Ibu Lidya 38, yang sudah mempunyai tiga anak ini bekerja sebagai perawat di Rumah sakit AL – Irsyad Jalan KH. M Mansyur 210-214, Ampel, Semampir. Rumahya berada di daerah Krian yang lumayan jauh dari kota Surabaya.

Ibu Lidya adalah orang asli Jambi. Beliau ada keturunan padang juga. Di Surabaya sebelum menikah ia tingal bersama pamannya. Beliau dulu berkuliah di Jakarta Timur yang mengambil jurusan di Laboratorium yang sekarang beliau berhasil dengan keinginan cita-citanya menjadi seorang perawat di Rumah Sakit Surabaya.

Semasa tinggal di Jakarta, pendapat beliau menurut orang-orang Jakarta lebih suka ceplas ceplos kalau ngomong. Makanan di sana pun jauh lebih mahal. Banyak kemacetan di mana-mana. Karena itu beliau lebih senang tinggal di kota Surabaya. Sekarang juga pun sangat bersih kotanya. Makanannya pun juga lebi murah dan mudah di dapat. Kemana-mana pun alat transportasinya juga mudah, ujar Ibu Lidya.

Setiap harinya beliau selalu menungggu suaminya pulang kerja di Taman Bungkul ini. Jadi mereka berdua sepasang suami istri tersebut memang untuk berencana tiap harinya bertemu dan pulang bareng ke rumahnya. Hal ini saya jadi menilai, kalau area Taman Bungkul ini selain untuk tempat bermain anak-anak, nongkrong, bisa juga jadi tempat ajang ketemu sepasang suami istri yang pulang kerja bareng ke rumah mereka tersebut. Ternyata banyak hal yang bisa di lakukan di Taman Bungkul Surabaya ini. Dari banyak segi yang dapat kita lakukan, asal jangan melakukan hal yang negatif saja. Marliana Erni Febrianty/Jurnalistik/NPM : 08.11.3319

0 comments:

Post a Comment