October 20, 2011

Rela Membanting Tulang, Demi Mencari Ilmu

Sutris adalah seorang tukang parkir yang bekerja di Taman Bungkul Surabaya. Dia rela melakukan pekerjaannya setiap hari, demi menuntaskan pendidikannya. Sebuah kampus ITATS di Jalan Arif Rahman Hakim Surabaya, menjadi perguruan tinggi pilihannya, untuk mendapatkan gelar S1 jurusan Tehnik Mesin. Namun, pendidikan yang ia tempuh sejak tahun 2003 itu belum kelar, karena faktor ekonomi yang tidak mencukupi biaya kuliah.

Pria berkulit sawo matang ini, tak pernah kenal lelah dalam bekerja. Sejak tahun 2008, ia sudah menggeluti sebagai tukang parkir sampai sekarang ini. Namun, pengalamannya tak semulus yang ia harapkan. Pada tahun 2002, ia mengalami pengalaman yang pahit yaitu di PHK dari perusahaannya. Karena dia membutuhkan biaya untuk kuliah, demi mendapatkan ijasah, akhirnya dia telaten menjadi tukang parkir. Sampai sekarang ini, ketika ia menjaga motor di parkiran, masih tergolong aman dan belum ada kasus pencurian motor. Hanya permasalahan hilangnya helm motor saja yang sering terjadi.

Pria yang suka memakai topi ini, sangat beruntung mendapatkan pekerjaan ini. Meski gaji yang ia terima hanya seadanya, tapi ia tak pernah mengeluh. Karcis parkir yang dihargai Rp 1000 ini, harus disetorkan separuhnya ke Dinas Perhubungan. Namun dengan mendapatkan separuh dari harga kasrcis yang dijual, ia dapat mencukupi kebutuhannya. (Fina Marviani Putri)

0 comments:

Post a Comment