Sistem keamanan yang ada di taman Bungkul Surabaya saat ini sudah mulai tertib. Jika dibandingkan dengan sistem keamanan beberapa tahun yang lalu, keamanan saat ini jauh lebih meningkat. Para Pedagang Kaki Lima (PKL) sudah tidak tampak menjajakan barang dagangannya di dalam area taman. Mereka telah menempati tempat yang telah disediakan. Kebersihan taman pun terjaga dan tindakan kriminalitas pun sudah tidak ada lagi. Karena setiap harinya aparat keamanan selalu siaga menjaga keamanan dan pengawasan di kawasan taman Bungkul ini.
Pengamanan di taman Bungkul ini dilakukan selama 24 jam non stop. Pengamanan tidak hanya dilakukan oleh Satpol PP saja, tapi ada jajaran samping dari Linmas Polwiltabes Surabaya. Tugas dibagi menjadi tiga shift, yang pertama dari pukul 06.00 - 14.00 WIB, kedua dari pukul 14.00 – 22.00 WIB, dan yang ketiga dari pukul 22.00 – 06.00 WIB. Khusus untuk shift pertama yaitu mulai pukul 06.00 – 14.00 WIB pengamanan dilakukan oleh aparat keamanan dari kaum wanita. Sedangkan shift kedua dan ketiga, pengamanan dilakukan oleh aparat keamanan dari kaum pria.
Ketua pasukan operasional dari Satpol PP Kota madya Surabaya, bapak Horiri mengatakan bahwa pengawasan dilakukan untuk mengawasi dan manjaga keamanan agar masyarakat bisa menikmati hiburan dengan nyaman. “Selain itu tugas kami juga mengawasi para pedagang agar tidak berjualan di trotoar dalam taman,” tambahnya. Bapak asal Madura ini berharap supaya masyarakat tau bahwa di taman Bungkul ini terdapat makam wali Ki Ageng Supo yang tidak lain mertua dari Sunan Ampel. Untuk itu masyarakat diharapkan bisa menjaga kesopanan dalam bersikap dan bertutur kata. Untuk kedepannya Horiri berharap taman Bungkul bisa menjadi lebih baik, tertib, aman dan nyaman karena taman Bungkul merupakan salah satu aset kota Surabaya.
(Diposting oleh: Yuli Elok Fitriyah // NPM: 10.11.3599// Jurusan: Jurnalistik)






0 comments:
Post a Comment