October 20, 2011

HIRU PIKUK PERJUANGAN PEDAGANG KAKI LIMA

Tuntutan kebutuhan ekonomi yang semakin meningkat menjadikan seorang ibu rumah tangga yang hanya mengurus pekerjaan rumah tangga, kini telah memutuskan untuk berkerja membantu keuangan dan kebutuhan keluarganya. Tak hanya itu kebutuhan untuk dapat menyekolah anaknya hingga tingkat yang lebih tinggi membuat hartati membulatkan tekadnya untuk berdagang.

Hartati berusia 37 tahun adalah penjual nasi ataupun lontong pecel dan semanggi. Dengan bermodalkan alat transportasi yakni motor, Hartati berkeliling ketempat yang ramai pengunjung untuk menjual makanan. Dari keliling pinggir jalan hartati kerap mangkal di tugu pahlawan, unair, hingga taman bungkul. Tak lama Hartati berjualan sampai saat ini kurang lebih satu bulan menjalani menjadi pedagang keliling. Dengan kesabaran dan ketelatenan Hartati menunggu pembeli.

Hartati mulai berjualan di taman bungkul dari pukul tiga sore hingga setengah enam sore. Meskipun Hartati hanya berjualan dipinggir jalan samping dari taman bungkul. Namun ia sangat bersukur karena sekalipun tidak mempunyai stand dan hanya dapat berjualan dipinggir jalan, Hartati tidak mendapat tarikan iuran dari pihak pengelolah taman bungkul. Dengan begitu sangat membantu Hartati supaya pengeluarannya tidak bertambah.

Sekalipun penghasilan tidak banyak dan tidak pasti yang didapat, dari 50.000 apabila tidak banyak yang terjual, dan bisa dua kali lipat mencapai 100.000 apabila jualannya laris. “Hartati sangat berharap dapat mempunyai stand atau tempat untuk berjualan”, ungkapnya. Sehingga Hartati tidak perlu susah payah berkeliling menjual makanan.

Setiap pagi Hartati menyiapkan kebutuhan untuk berjualan, dan ia selalu memasak sendiri semua makanan yang akan dijualnya. Setelah semua telah siap, Hartatipun bergegas berkeliling agar makanannya cepat terjual. Ibu dua anak ini bertempat tinggal dibenowo, dimana jarak temputnya cukup jauh untuk berkeliling. Terik matahari, dan berkurangnya tenaga tak digubrisnya, ia tetap berkeliling dan hingga kesorean harinya siap di taman bungkul.

By : HALILATUL MAULIDA

0 comments:

Post a Comment