Ternyata dari sekian pengunjung taman Bungkul Surabaya, selain anak-anak muda ada segelintir pasangan kakek dan nenek yang duduk santai di pinggir air mancur. Setelah saya wawancarai ternyata ke Taman Bungkul sekedar menghilangkan rasa stress yang datang tanpa biaya, masuknya gratis dan sambil membawa makanan ringan dari rumah.
Setelah saya ajak ngobrol ternyata Beliau bernama Untung Santoso,tempat lahirnya di Malang, lahir pada tanggal 15 desember 1952 mempunyai rambut hitam, berat badan 8,6 kg , tinggi badan 168 cm, yang bertempat tinggal di Jln.Nginden Kota 161, sudah pensiun usia 58 thn namun kelihatannya masih energik dan enak di ajak ngobrol. Beliau adalah pensiunan KKG (Kelompok Kompas Gramedia) sebagai KABAG Produksi dan sudah menjalani pensiun tiga thn.
Beliau mempunyai satu istri yang bernama Ibu.Ninik Samiaji, tempat lahirnya di Surabaya, walaupun sudah manula mereka masih mesra. Mereka memounyai tiga orang anak. Anak pertama bernama Indah Kusmiati, ke dua Nilla kusumawati yang ke tiga Irma Koescahyani. Anak pertama dan kedua sudah bekerja yang satu masih kuliah. Bpk.Untung mempunyai tiga cucu. Yang bernama Rasya akhdan Al-Baihaqi, Mohammad zidni ‘ilman Al-Farabi, Renjiro Teery Mauludi
Suka dukanya pasangan mesra ini ialah suka kalau dapat kiriman dari putri-putrinya untuk menyambung hidup. Dukanya tidak mempunyai penghasilan tetap seperti masih dinas, mau beli apapun pasti tercapai tanpa menunggu belas kasihan putri-putrinya,namun sekarang ini kehidupan terasa pahit, mencari pekerjaan lagi susah di terima karena sudah lanjut usia.
Ke dua putrinya sudah mempunyai keluarga sendiri dan bertempat tinggal di kota lain, salah satunya yang kumpul adalah putrinya yang paling kecil dan masih kuliah. Dan itulah menjadi pikiran mereka berat sekali dan pengennya anak yang paling kecil tersebut supaya mempunyai gelar seperti kakak-kakaknya untuk menyongsong masa depannya.
Moto mereka adalah “jaman gini tidak kuliah, ketinggalan kereta ah…”






0 comments:
Post a Comment