December 20, 2011

Alumni AWS tak Harus Jadi Wartawan

Sosok wanita tangguh ini bernama Dra. Widya lestari soedarwati. Tidak heran jika beliau dijuluki wonderwomen. Karena prestasi dan semangatnya yang sangat membara. Wanita kelahiran malang ini mengenyam pendidikan D3 tahun 1982 di sekolah tinggi ilmu komunikasi yang sering disebut AWS atau akademi wartawan surabaya.

Banyak pengalaman dan semangatnya yang perlu kita contoh, seperi saat semester III mengenyam pendidikan D3 ia jua bekerja di bidan administrasi di kampus stikosa AWS. Dengan gaji 25 ribu rupiah, Ia lulus pendidikan D3 dan mendapatkan gelar BA pada tahun 1984. Setelah lulus D3 ia sudah berhasil diterima sebagai peawai negeri di dinas penerangan. Ttapi semangat belajarnya tidak berhenti sampai disitu. Ia terus melanjutkan ke jenjang strata 1 di sekolah tingi ilmu komunikasi surabaya sebagai mahasiswa extention.

Tidak mudah memeang menjalankan berbagai macam profesi dalam kehidupannya. Bayangkan betapa letihnya pagi ia bekerja di dinas penerangan, dan sore sebagai staf administrasi stikosa AWS sekaligus menjadi mahasiswa strata 1 stikosa AWS. Sampai ia lulus dan mendapatkan gelar strata 1 pada 1988, ia terus memompa semangat prestasinya dalam berkarir. Setelah menjabat staf administrai kampus stikosa AWS, ia kini menjadi dosen pengajar ilmu komunikasi di kampus AWS. Ia mengajarkan antara lain ilmu komunikasi masa dan ilmu bahasa indonesia jurnalistik.dai smua prestasinya sudah dapat terlihat betapa tangguh dan pintar wsosok wanita ini.

Setelah sekitar 15 tahu menjadi Pegawai Negri Di Dinas Penerangan yang akhirnya di bubarkan pada tahun 2000 oleh presiden Drs. H Abdurrahman Wahid (gus Dur) ia tidak lantas berheni begitu saja . Ia mengikuti Tes PN lagi, dan diterima di dinas Infokom (Informasi dan Komunikasi) dari situ ia meningkatkan prestasi karirnya dengan mengajukan pindah ke dinas penelitian (balitbang) dari situ mengajukan pendidikan khusus menjadi pengawas selama 4 (empat ) bulan. Dan akhirnya menjabat di Dinas Tenaga keja (disnaker) sebagai pengawas yang berkantor di JL.Jemursari Timur II/2 surabaya.

Yang menarik lagi Bu wid (nama panggilannya) juga sebagai konsultan beberapa perusahaan di surabaya, tapi beliau tidak mau menyebut perusahaan apa saja karna itu rahasia perusahaan ucapnya saat di temui di kantor disnaker (17/11).

Ia menikah umur 26 tahun sekitar tahun 1987, dikaruniai 2 orang anak buah hati dari pernikahanya dengan Drs. Djamhari Ma’ruf yang juga Pegawai negri pemkot, namun sekarang sudah pensiun.buah hati pertama mereka adalah seorang putra bernama R Hari Perdana, sarjana sistim informasi Institud teknologi sepuluh November surabaya.
Buah hati mereka yang ke 2 (dua) adalah seorang putri yang bernama Endhadari Nitraning Lestari, sekarang menempuh pendidikan semester VII di universitas brawijaya malang. Beliau sangat bangga terhadap kedua buah hatinya dan semua anak didiknya selama ni, tidak ada kata putus asa dalam mencerdaskan mereka ujarnya sambil tersenyum.(M Hamzah Abi Wijaya/10 31 3651)

0 comments:

Post a Comment