Baju besar yang jauh dari ukuran tubuhnya lengkap dengan helm,lalu pengaman siku dan lutut, hendaknya sudah menjadi kostum wajib bagi para pecinta olahraga yang satu ini. Bergaya dan Meluncur kesana dan kemari layaknya superman, sudah barang tentu mereka lakukan. Melompat tanpa terjatuh di lintasan yang lebih mirip sebuah gundukan, merupakan atraksi lumrah yang mereka sajikan kepada kawan sejawat dan para penonto lainya.
Trik-trik berbahaya sering kali mendapat sambuatan tepuk tangan dan sorakan hangat dari para penggemarnya, jika itu bisa dilakukan dengan sempurna. Sedikit khayal apa yang mereka lakukan, namun dengan teknik dan latihan tertentu hal-hal ekstrim itu bisa dilakukan dengan baik dan menarik untuk disaksikan. Mungkin anda sekalian sudah bisa menebak nama olah raga ini.
Ya Skateboard, sebuah olahraga ekstrim yang berasal dari negeri paman sam ini sempat populer di indonesia sekitar tahun 2002-2003. Namun apa jadinya jika para peseluncur di atas roda ini adalah anak-anak kecil??
Pemandangan tak biasa ini terlihat di taman bungkul surabaya. Alangkah senang rasanya melihat kaki-kaki mungil meluncur di atas papan beroda tersebut, itu terpancar dari para penonton yang notabene dewasa, mereka tertawa dan tersenyum ketika melihat anak-anak yang rata-rata belum mencapai usia 10 tahun tersebut bergaya di atas papan berroda. Bayangkan seaandainya buah hati anda menjadi salah satu lakonya??
Adalah ibu Zulaekhah, seorang ibu yang mengizinkan anak semata wayangnya bermain skateboard disana. Mungkin untuk beberapa orang ibu tidak akan mengizinkan begitu saja anak-anaknya yang masih sangat kecil untuk bermain dalam olahraga ekstrim tersebut. Namun hal ini di tanggapi berbeda oleh ibu berambut panjang ini,” Kalo saya sih terserah anaknya, yang penting gak ganggu sekolahnya sama ngajinya.” Ujarnya.
Oh iya, bocah 8 tahun yang sedang kita bicarakan ini bernama Ananda Shaman Ali Yudistira, cukup panjang namanya, namun kita cukup menyapanya dengan panggilan Bima. Bima bermain skateboard di taman bungkul ini sejak berada di bangku Taman kanak-kanak. Sudah hampir 4 tahun ia bermain skateboard disana.
“Awalnya Cuma jalan-jalan biasa di taman bungkul, trus liat anak main skateboard dan si bima tertarik dan pingin ikutan, ya udah akhirnya ayahnya meminta kepada anak-anak tersebut untuk mengajari bima.” Jelas wanita kelahiran Surabaya tersebut. Sejalan dengan sang buah hati, akhirnya ayah bima pun ikut-ikutan doyan main skateboard dan membantu untuk mengajari anak-anak lain untuk belajar skateboarding.” Sebenarnya ayahnya tidak tahu sama sekali, tapi gara-gara sering mengantarkan bima main, akhirnya ayahnya juga ikut-ikutan blajar dan kasih support untuk anak-anak lain yang belajar main skateboard.” Jelas ibu zulaekhah lantas tersenyum.
Bermain skateboard sendiri memberikan efek yang baik untuk sekolah bima, ia jadi lebih rajin belajar agar di perbolehkan sang ibunda untuk bermain skateboard. Jika biasanya ia bermain pada hari jum’at dan sabtu, kini bima hanya diperbolehkan main pada hari sabtu saja, karena rangkingnya turun.
Kegiatan skateboarding ini menjadi semakin menarik ketika sang ibu berteriak : ayo bima sekarang ganti olly. Itu merupakan sebuah trik dasar skateboard, dan sang ibu perlahan-lahan juga mempelajari hobi buah hatinya dan memberikan support dan perhatian agar si anak tak sampai patah semangat dan tetap terkontrol. (Isa Nugraha)







0 comments:
Post a Comment